Photo
take some long ‘enough’

take some long ‘enough’

Photo
take a good one

take a good one

Text

Prolog

Anggap saja aku tahu disana gelap. Anggap saja aku lihat kau, anggap saja aku datang menghampirimu dan menyalakan lampu. Anggap saja aku tidak pernah melangkah pergi lagi menuju zona aman.

Aku lihat kau duduk di kursi kayu, semacam menunggu…namun aku tak tahu pasti.. apa yang dihadapmu.

Kau lihat aku dalam terang, terang sang sangat benderang. Ditemani malam,siang dan pagi

Kau lihat sisi aku yang tak menghampirimu, tak mau singgah di ruang gelap

aku berada di tempat paling aman, bersama kebahagiaan.

Tapi asal kau tau, sesuatu yang lain dari diriku berjalan mengitari ruang gelap, menjagamu, memperhatikan. Walau aku harus pulang ke zona ku saat matahari bertemu bulan.

Kita bahkan sedikit bersenang senang sebelum tangan tangan lain menyuruhku pulang. Aku sungguh ingin tinggal. Tetapi ruang terang membuatku nyaman.

Kamu bukan benalu, kamu bukan selipan, kamu bukan batasan. Kamu hanya datang terlalu jauh kedepan. Tak sedikitpun melirik kebelakang untuk memutar balik.

Kamu bukan paksaan, kamu membiarkan. mungkin kamu terlalu senang bersantai di kursi kayu sambil menikmati malam mu, kebohonganmu, ke-maya-an mu.

Kamu bukan penghancur, kamu semangat. Yang mendukung segala cara apapun alasannya. Tak tau alasannya.

Kamu bukan musuh, kamu teman baik dari semua sisi, semua pihak, semua individu. Kita bahkan terikat terlalu jauh dalam sebuah alunan.

Dan kamu bukan kamu, yang berjanji berjalan lurus, melangkah bersama ke fana anmu di lorong gelap yang terang disekelilingnya. Kamu bermain main dengan kepercayaan, dan kamu menari di atas dua pilihan yang orang lain tak sanggup jabarkan..

Kamu bilang kamu sudah banyak berpengalaman, bersantai dalam resah, bergulat dengan gamang,mengacuhkan kekhawatiran dalam kepura-puraan. Membiarkan aku mengerti rahasia, mengenal rahasia, merasakan rahasia, Walau aku tidak diperbolehkan.

Dunia terang…dunia terang…

Aku terang dalam larangan. Aku bahagia dalam jalur yang kupaksakan

Walau mendengar sorak sorai para ilalang, karna mendengar sorak sorai para ilalang, aku tak tenang, menghadapi banyak hal besar di atas kepala, menguraikan banyak tali tali lentur mengikat seluruh tubuhku, membuatnya tetap lurus berdampingan, saling berendengan.

Walau banyak suara yang tak kusukai

Photo
Sekolah dulu~

Sekolah dulu~

Chat

jadi, bersyukurlah..

  • aku: Hayu taun baruan bah!
  • Abah(kakek): apa bedanya sama perubahan dari senin ke selasa? ini cuma dari sabtu ke minggu. bersyukur aja sama allah.
  • aku: .....................
Photo
ini cara ngerayain new year yg di anjurkan orang tua—bobo

ini cara ngerayain new year yg di anjurkan orang tua—bobo

Photo
through 

through 

Photoset

what a productive day 

Photo
oppiwdy:

2012!!!!!

oppiwdy:

2012!!!!!

Photoset

Kemarin dan sekarang